Drama Setrika

Senin kemarin tangan anak saya terkena sengatan panas setrika yang baru dicopot dari colokan (masih panas-panasnya). Alhasil sebagian telapak tangan kirinya (bagian ibu jari, bagian bawah jari tengah sampai jari kelingking dan bagian jari kelingking) merah melepuh melendung. Anak saya yang tidak terlalu suka menangis, pagi itu meraung kesakitan hampir selama satu jam. Sebagai ibunya, selain saya harus menenangkannya, walau saya panik — saya pun harus memutar otak bagaiman cara menanggulangi luka bakar yang cukup serius itu. Berbagai metode penanganan luka bakar yang pernah saya baca bersliweran di kepala, saya pun teringat untuk tidak melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan pada P3K luka bakar atas dasar penelitian medis terbaru — termasuk memberikan mentega, pasta gigi sampai kompres air es.

Akibat “ngelus” setrika

Sambil menggendong anak saya yang raungannya semakin melengking, saya mengambil smartphone dan membuka aplikasi panduan essential oil. Cepat-cepat saya cari EO yang paling tepat untuk luka bakar sambil juga menanyakan kepada suhu EO saya, Mak Epoy.

Dari aplikasi merekomendasikan EO Lavender yang dalam kasus ini memiliki kemampuan untuk membantu meredakan sakitnya dan membantu proses penyembuhan (pembaharuan sel kulit). Saya langsung mengambil botol yang berisikan EO Lavender yang sudah saya encerkan sesuai dengan takaran anak saya (usia 20 bulan, 2 tetes EO Lavender yang diencerkan dengan +/- 2 sendok makan Extra Virgin Coconut Oil). Sambil saya tiup-tiup, saya oleskan pelan-pelan secukupnya. Suami saya meneruskan meniup-niup tangan anak (tangisannya agak mereda kalau ditiup-tiup), supaya saya bisa mengecek pesan masuk dari sang suhu EO. Beliau menganjurkan pemakaian EO Copaiba. Cepat-cepat saya encerkan dengan EVCO sesuai takaran anak saya dan saya oleskan ke luka bakarnya.

Copaiba sendiri memiliki manfaat yang juara dalam hal membantu meredakan sakit. Sejak zaman dulu kala, Copaiba digunakan sebagai obat penghilang sakit untuk segala macam penyakit mulai dari sakit gigi, luka sampai tumor. Copaiba juga memiliki manfaat sebagai penangkal radang, penangkal bakteri, penangkal infeksi dan perangsang sirkulasi sistem pernafasan (terutama bagian paru-paru).

Kira-kira 3 jam setelah dioles EO (Lavender dan Copaiba yang termasuk dalam paket Premium Kit Young Living)

Selang kira-kira 30 menit sejak diolesi kedua EO tadi, tangisan anak saya mereda. Sesekali meraung kecil saat dia melihat tangannya yang melepuh dan merah. Ia juga sudah mau minum air putih dan menyambut dengan antusias ketika saya sodorkan pabrik ASI ke mulutnya. Tak lama, ia sudah mau dilepas dan mulai mengambil mainannya (dengan tangan kanan tentunya). Nampaknya khasiat dari kedua EO sudah mulai bekerja dengan baik dan benar. Bahkan kira-kira jam 12 siang (sekitar 3 jam setelah kejadian “ngelus” setrika), ia sudah menggunakan tangan kirinya untuk mengambil mainan, mencubit kakak sepupunya ;p dan akhirnya terlelap tidur siang.

Saya memang begitu antusias mendalami per-essential-oil-an ini. Tapi pagi kemarin harus saya akui kalau saya benar-benar bersyukur memiliki mereka. Hamdallah…

Eh, ini nggak sambil jualan ya… Ahaha… Sungguh enggak (tapi kalau tertarik sih yuk yak yuk, hubungi saja di IG @claudialengkey atau @ceritanyaoilku). Ini sekedar berbagi saja… Siapa tahu informasinya berguna. Kalau saya tulis di caption foto bahwa oil-oil ini termasuk di dalam paket Premium Kit dari Young Living, ya karena saya pakainya merk itu, bukan yang lain. Nanti mau membahas 12 oil di Premium Kit Young Living yang kegunaannya banyak banget dan pasti terpakai di keseharian untuk kesehatan jiwa raga dan keperluan rumah tangga. Tapi nunggu ketemuan Mak Epoy dulu ah. Mau sowan ke rumahnya sambil belajar ini itu.


Update 5 hari setelahnya

Sejak hari melepuhnya tangan si anak, bagian jempol melendung besar tapi terlihat tidak berisi air. Beberapa bagian yang terkena setrika juga ada yang melendung tapi kecil-kecil.

Penampakan H+5 setelah “ngelus” setrika

Tadi pagi, belendung di jempol si anak pecah dan memang benar adanya, tidak berair. Lalu saya encerkan EO Frankincense (tadi sih satu tetes kecil dengan 1 sendok teh EVCO), saya urapi ke bagian luka bakar terutama belendung yang baru pecah secukupnya. Sisanya saya balur ke area leher saya lalu saya hirup dalam-dalam. Wanginya membuat tenang…

Kenapa EO Frankincense yang saya pilih?
Selain atas dasar anjuran MakEpoy, saya membaca dari beberapa sumber terpercaya bahwa khasiat EO Frankincense ini juara banget, dia punya julukan “THE KING OF ESSENTIAL OILS”. Penggunaannya sering dipakai untuk memperkuat sistem pernafasan supaya tidak mudah terkena virus, anti depresan, membantu memperkuat sistem imunitas tubuh, anti infeksi, anti radang dan segudang ke-wow-an lainnya.


Plus, saya sangat penasaran dengan wangi dan kehebatan khasiatnya. Cuma kalau saya buka tanpa alasan (EO Frankincense ini sudah termasuk dalam 12 EO di Premium Kit), menimbang harganya yang cukup mahal, saya sayang membukanya. Nah, hari ini ada alasan deh membuka EO Frankincense-nya.

Nanti di-update lagi ya perkembangan luka bakar si anak.

 

Disclaimer:
Informasi dalam presentasi ini adalah berdasarkan penggunaan pribadi dan pengetahuan secara umum. Young Living essential oil dan metode yang disarankan tidak bertujuan untuk mendiagnosa, mengobati, menyembuhkan atau mencegah penyakit, namun fokus pada menunjang kesehatan mendasar.
Penggunaan essential oil tetap disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter/tenaga medis profesional berlisensi.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s